Sidang Perkara Legop Hadirkan 4 Saksi Polair Mabes Polri

0
5163

DUMAI, KOMPASRIAU.com-Perkara pidana salah seorang pentolan ormas di Kota Dumai, Zul Hermanto, bergulir pada sidang lanjutan berlangsung sore tadi di ruang sidang PN Dumai, Rabu (17/10/2018).

Agenda sidang hari ini tampak mendengarkan penjelasan dari empat orang saksi yang dihadirkan dimuka sidang oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) kejari Dumai, Heri Susanto SH.

Empat orang saksi tersebut merupakan anggota Polisi perairan (Polair) Mabes Polri, diantaranya saksi Dwi Prayitno, Mhd Zainuri, Tri Subehi dan saksi Mhd Robi. Kehadiran para saksi ini menjelaskan soal rangkaian kasus kapal Speed Ocean 8 yang hilang.

Masing-masing saksi ini diperiksa secara bergiliran dan terpisah, namun muatan penjelasan para saksi tampak cukup identik sama seakan hanya menyebut melihat ada speed kecil mondar-mandir didekat kapal Ocean 8 yang ditambat oleh pihak Polair.

Namun apa hubungan kapal Ocean 8 yang hilang dengan terdakwa Zul Hermanto alias Herman Legop yang akrab disapa dengan panggilan Legop tersebut, saksi tidak begitu mengetahuinya ( karena kasus kapal Ocean 8 diserahkan dengan penyidik polair polres Dumai).

“Sebelum Speed Ocean 8 hilang, saya melihat speed kecil berwarna hijau mondar-mandir dari samping kapal Ocean,”ujar saksi Dwi Prayitno menjawab hakim sambil menyebut yang membawa speed yang mondar-mandir dimaksud dilihatnya adalah Bustami Siregar yang juga sebagai terdakwa bersamaan dengan terdakwa Legop dihadirkan dalam sidang.

Sebagaimana penjelasan disampaikan saksi Dwi Prayitno di muka sidang, hal yang sama juga diungkapkan oleh saksi lainnya melihat speed yang mondar-mandir (saksi Mhd Zainuri, Tri Subekti, saksi Mhd Robi), namun ditanya hakim apa hubunganya kapal Ocean 8 yang hilang dengan terdakwa Legop tidak pasti diketahui saksi.

Memang, hasil pantauan awak media ini dalam proses sidang lanjutan itu, tidak satu pun para saksi menyebut secara spesifik konstruksi hukum apa keterlibatan terdakwa Legop hingga Legop diseret dengan perkara kapal Ocean 8.

Sementara itu, petunjuk dan alat bukti yang dipakai penyidik polair hingga menjadikan Legop turut tersangka hingga terdakwa dikursi pesakitan PN Dumai terkesan katanya hanya adanya percakapan sms antara terdakwa Bustami dengan bosnya (maksudnya Legop).

Selain percakapan bukti sms, kata saksi polair mabes polri ini, pihaknya (saksi Prayitno) katanya menemukan sebuah tang yang dikenal saksi adalah milik mereka posisinya berada didalam speed kecil milik Legop, padahal kata saksi posisi tang jepit tersebut sebelumnya diletak di kapal Ocean 8.

Sebagaimana diketahui, satu unit kapal Speed besar bermesin ganda merek Ocean 8 menjadi temuan petugas patroli polair mabes polri di kawasan pantai bakau sekitar Sinepis Dumai.

Status kapal Ocean 8 dijadikan menjadi temuan Polair karena tidak ditemui pemiliknya saat petugas mengamankan kapal Ocean 8 hingga menyeret kapal Ocean dan ditambat disekitar pos penjagaan polair.

Berjalan waktu kemudian, kapal Ocean yang menjadi pengawasan pihak polair ini hilang diambil orang yang tidak diketahui. Maka pihak patroli polair bergerak melakukan pancarian.

Saat itu kata saksi, informasi diperoleh dari nelayan ada Speed kecil menarik Speed Ocean 8. Saat pencarian pihak saksi menemukan speed kecil yang dicurigai menarik ocean 8.

Lalu petugas polair menemukan satu buah tang dari speed kecil tersebut yang dikenalnya milik mereka (polair) biasa dipakai sehari-hari sebelumnya diletakkan di kapal ocean 8.

Menurut saksi, tang tersebut ada tanda dan goresan pada tang yang dibuat saksi Prayitno sendiri dan posisinya semula berada dikapal Ocean 8.

Selain tang tersebut, petugas juga menemukan dokumen ocean 8 akan tetapi saksi tidak dapat memastikan apa dokumen tersebut milik ocean 8 karena aku saksi tidak pernah melihat dokumen kapal ocean 8.

Sementara itu, atas penjelasan para saksi soal speed yang disebut mondar-mandir dibawa terdakwa Bustami dibantah Bustami “ngak benar pak hakim, saya saja ngak tau bawa speed”, ujar Bustami mengelak.***(Aston Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here