Dari Kasus Dugaan Korupsi BPBD Kota Dumai Belum Ada Pengembalian Kerugian Negara

0
52

DUMAI, KOMPASRIAU.com-Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dumai, Mat Perang Yusuf SH MH, mengatakan, belum ada pengembalian kerugian negara dari terdakwa dalam perkara dugaan korupsi BPBD Dumai.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Deny Alvianto SH M.Hum, ketika kompasriau.com menyambangi Deny Alvianto di ruang kerjanya kejari Dumai, Rabu (31/10/2018).

Deny Alvianto mengatakan, dari perkara kasus dugaan korupsi BPBD Pemko Dumai yang tengah bergulir proses persidangannya di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru Riau, pihaknya (kejari) Dumai berharap ada pengembalian kerugian negara atas perkara itu.

“Sampai pada hari ini agenda sidang akan bergulir memasuki pemeriksaan terdakwa, kejari Dumai belum ada menerima kerugian negara,”ujar Deny Alvianto yang baru menjabat sebagai Kasi Pidsus Kejari Dumai.

Namun kata Deny Alvianto SH M.Hum, pindahan Kasi Intel Kejari Kabupaten Landak Kalimantan Barat (Kalbar) itu mengatakan, mudah-mudahan nantinya ada pengembalian kerugian negara dari terdakwa atas perkara tersebut.

Bahwa bila ada pengembalian kerugian negara atas perkara dugaan korupsi dimaksud, menurut Deny Alvianto, akan menjadi pertimbangan meringankan bagi para terdakwa dalam penuntutan JPU.

Sebagaimana diketahui, kasus dugaan korupsi dilingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemko Dumai mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 200 juta lebih, telah membelit tiga orang oknum pegawai.

Diantaranya ditetapkan sebagai tersangka hingga terdakwa merupakan pimpinan BPBD Dumai berinitial NS, Kepala seksi kedaruratan dan logistik berinitial S dan bendahara pengeluaran berinitial W.

Dugaan anggaran yang dikorupsi merupakan anggaran peruntukan pengadaan makan, minum dan pengadaan masker serta honorer pada penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2014 lalu.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here