Dituding Perbuatan Melawan Hukum, Navigasi Kelas I Dumai Digugat Perdata

0
147

DUMAI, KOMPASRIAU.com-Kepala Kantor Navigasi Kelas I Dumai, Riau di gugat perdata oleh Chaidir warga Dumai, atas tuduhan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dalam perkara sebidang tanah/lahan di Jalan Arifin Ahmad Kota Dumai.

Perkara perdata nomor perkara 01/Pdt.G/19/PN.Dum ini, diketahui baru perdana atau yang pertama digelar acara sidangnya di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Dumai, Kamis (17/01/2018).

Chaidir (62), warga Jalan Jeruk, Rt 07, Kelurahan Rimbasekampung, Kecamatan Dumai Kota, Kota Dumai, selaku penggugat dalam perkara ini didampingi 3 (tiga) Pengacara selaku Penasehat hukumnya, yakni Raja Junaidi SH, Indrayadi SH MH dan Junaidi SH.

Acara sidang perkara gugatan dugaan PMH tersebut hanya tampak berjalan singkat saja karena perkara ini masih atau hanya pengenalan identitas para kuasa tergugat I, II dan turut tergugat I dan turut tergugat II dalam perkara ini.

Namun, dalam sidang perdana ini, hanya kuasa tergugat I Navigasi kelas IA Dumai yang hadir dalam sidang diwakili oleh Kepala Bidang Logistik, Jaka Sugiya, dan dua rekannya Pegawai Navigasi.

Hanya saja, Jaka Sugiya selaku pihak Navigasi Dumai (tergugat I), belum dapat menunjukkan surat kuasa dari Kepala Kantor Navigasi kelas I Dumai selaku Prinsipal tergugat I.

Akan tetapi Jaka Sugiya hadir dalam sidang tersebut hanya mengantongi surat tugas dari pimpinannya yang disebut hakim Liena SH, kalau surat tugas kapasitasnya hanya sebagai pengunjung sidang saja.

Karenanya, hakim Liena SH menyarankan Jaka Sugiya harus memiliki surat kuasa sembari hakim Liena SH mengarahkan kuasa tergugat I menemui atau koordinasi dengan panitera terkait surat kuasa dimaksud.

Sementara itu, kuasa turut tergugat I Kepala Lurah Teluk Makmur dan kuasa turut tergugat II (pihak BPN Dumai), dalam sidang perdana perkara PMH ini masih tampak bolos atau tidak hadir dalam sidang, sehingga menyingkat waktu proses sidang berakhir.

Namun, sebelum pimpinan sidang Aziz Muslim SH dengan hakim anggota Liena SH dan hakim Adiswarna Chainur Putra SH CN, dibantu Panitera Pengganti (PP) Fransiska Manurung mengakhiri dan menutup acara sidang, meminta kuasa tergugat I (Navigasi) untuk hadir pada acara sidang berikutnya.

Sementara itu usai sidang, awak media ini mencoba meminta penggugat menjelaskan duduk perkara soal gugatannya menggugat Navigasi Dumai dan tergugat lainnya.

Dengan singkat Junaidi SH salah satu dari kuasa/pengacara penggugat menyebut tergugat I (Navigasi) dituding telah menduduki tanah/lahan objek perkara atau lahan kliennya Chaidir (Penggugat) tanpa hak yang sah secara hukum.

Bahwa perbuatan melawan hukum tanpa hak yang dilakukan tergugat I dan turut tergugat diatas tanah milik penggugat (Chaidir), kata Junaidi SH, dilakukan dengan cara menguasai tanah dan membuat SKT maupun SERTIFIKAT HAK MILIK dengan cara “merekayasa” dengan melawan hukum.

Karenanya ditegaskan pengacara ini, dasar kepemilikan tergugat I (Kantor Navigasi kelas I Dumai) menguasai tanah/lahan penggugat yang diduga hasil rekayasa dinyatakan mereka tidak sah danm tidak mempunyai kekuatan hukum,”jelas pengacara Chaidir pada awak media ini.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here