Puluhan Wartawan Pantau Sidang Dugaan Pelanggaran Pemilu Di PN Dumai

0
622

DUMAI, KOMPASRIAU.com-Pengadilan Negeri (PN) kelas IA Dumai sempena tahun politik tahun 2019, menggelar  perdana sidang perkara dugaan pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu), dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Proses sidang perdana perkara dugaan pelanggaran pemilu tersebut, Rabu (27/02/2019), digelar di ruang sidang utama PN Dumai dengan dihadiri terdakwa SW dan didampingi dua orang pengacaranya.

Informasi diperoleh awak media ini, setidaknya terdapat 11 orang saksi dihadirkan JPU Maiman Limbong, SH untuk dimintai keterangannya seputar perkara tersebut.

Saksi tersebut mulai dari pihak Bawaslu Kota Dumai, pengawas kelurahan, ASN dan saksi lainnya dihadirkan dalam sidang.

Sidang dipimpin hakim Alfonsus Nahak SH dibantu hakim anggota Renaldo MH Tobing, SH dan hakim Adiswarna Chainur Putra SH, Panitera Pengganti (PP) Amri.

Pantauan puluhan wartawan diruang sidang, pemeriksaan para saksi dilakukan secara bergiliran dan terpisah-pisah antara saksi yang satu dengan saksi lainnya.

Fakta yang terungkap di muka persidangan bahwa dari keterangan saksi dan sebagaimana isi dakwaan JPU, terdakwa SW diduga melakukan kampanye dalam kegiatan sosial sunatan masal di daerah dapilnya, 3 Januari 2019 lalu, diduga melibatkan salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari salah satu lingkungan Puskemas di Dumai.

Oknum ASN tersebut dalam acara sunatan massal kapasitasnya melakukan sunatan. Acara tersebut sudah terpantau dengan pengawasan dari perangkat Bawaslu di tingkat kelurahan.

Maka dari peristiwa acara sosial atas keberadaan oknum ASN tersebut kasusnya menjadi bergulir ke pusaran pemeriksaan tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Pemilu yang bertugas untuk menangani perkara pelanggaran Pemilu 2019 hingga bergulir ke PN Dumai.

Terdakwa SW, perkara dugaan pelanggaran pemilu 2019 ini, merupakan Calon Legislatif (Caleg) Kota Dumai dari Partai Nasdem nomor urut 1 dengan Daerah Pemilihan (Dapil) II Dumai Timur-Medang Kampai.

Terdakwa SW didakwa melanggar pasal 293 UU Nomor 7 tahun 2017 Tentang Pemilu dengan ancaman 1 tahun penjara.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here