Benarkah Tembok GOR Roboh Kerugian Negara Hanya Rp 368 Juta?

0
200

DUMAI, KOMPASRIAU.com-Perbincangan hangat Kasus robohnya tembok Gelanggang Olah Raga (GOR) Dumai masih terus bergulir, pasalnya penanganan kepastian hukum atas kejadian tersebut dirasakan “dingin”.

Satu tahun lebih telah berlalu setelah kejadian robohnya sebahagian tembok GOR sekitar awal januari 2018 lalu, namun hawa akan penegakan hukum tampak adem ayem saja.

Memang diketahui publik, bahwa pasca robohnya tembok pagar GOR tersebut, penyidik Polres Dumai langsung “turun gunung” ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) menangani kasus tersebut hingga melakukan pemasangan garis polis line.

Namun pendek cerita, pihak kontraktor pelaksana pengerjaan tembok GOR menyebut bertanggungjawab terhadap tembok yang roboh.

Artinya, pihak kontraktor PT Laras Surya Mandiri berjanji akan memperbaiki tembok yang roboh. Hal ini sebelumnya diakui Kabid Cipta Karya PUPR Dumai, Riau Satria kepada  awak media ini.

Sehingga karena pihak kontraktor katanya bertanggung jawab akan memperbaiki kembali tembok yang roboh, maka proses hukum pidana kemungkinan akan gugur.

Akan tetapi menjadi persoalan dan pertanyaan publik, bagaimana kepastian hukumnya setelah pihak kontraktor tidak jadi memperaiki kembali tembok GOR tersebut ? ini pertanyaan yang bergulir dan berkembang di kalangan masyarakat Kota Dumai.

Sebagaima di rilis media ini sebelumnya, pihak PUPR Dumai mengaku telah memutus kontrak dengan kontraktor PT Laras Surya Mandiri dan tembok yang roboh tersebut pun tidak jadi dikerjakan pihak kontraktor.

Bahkan seluruh tembok yang tingginya 4 meter sebelumnya sebagian belum roboh tampak sudah dirobohkan semua. Namun hingga berita ini di rilis, awak media ini belum mengkonfirmasi pihak PUPR siapa yang merobohkan tembok dimaksud dan apa tujuannya dirobohkan.

Sementara itu ada hal yang menarik hingga mengundang perhatian sejumlah kalangan masyarakat Dumai atas robohnya tembok GOR. Dimana kerugian negara yang muncul atas tembok GOR tersebut diklaim hanya sebesar Rp 368 juta saja.

Bahwa jumlah kerugian negara atas tumbangnya tembok GOR tersebut kepada awak media ini diakui Kabid Cipta Karya PUPR Dumai, Riau Satrya.

Menurut Riau, jumlah kerugian negara sebesar Rp 368 juta merupakan hasil hitungan auditor BPK dan jumlah tersebut sudah dibayar angsur oleh pihak kontraktor.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here