Tersangka Franky Napitupulu

0
84

DUMAI, KOMPASRIAU.com -Kantor Pengawasan, Penindakan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) B Dumai, Senin (13/5-2019) melakukan ekspos terhadap hasil penindakan 1.468 gram narkotika jenis sabu-sabu dari tersangka FN salah seorang penumpang Kapal Ferry Dumai Line 8.

Ekspos hasil penindakan terhadap FN berlangsung di ruangan media center KPPBC TMP B Dumai diliput sejumlah awak media surat kabar maupun media online.

Dalam ekspos tersebut terungkap bahwa tersangka kurir/penyeludup sabu seberat sekitar 1.468 gram atau setara 1,468 Kg tersebut adalah bernama Franky Napitupulu (FN) 29 tahun.

Kata BC, bahwa FN yang berprofesi sebagai sopir itu merupakan warga Tiga Dolok, Kabupaten Simalungun, jalan lintas tengah Sumatera Utara (Sumut).

Tersangka FN diamankan petugas BC Dumai adalah saat FN tiba di pelabuhan penumpang ferry Bandar Sri Junjungan Dumai setelah bertolak dari Batam menumpangi Kapal Ferry Dumai Line 8, Minggu (12/5-2019) sekitar pukul 16 00 Wib.

Sebagaimana biasanya ungkap pihak BC, petugas tim penindakan dan penyidikan KPPBC Tipe Madya Pabean B Dumai selalu melakukan analisis terhadap penumpang dan memeriksa/memasukkan barang bawaan penumpang ke mesin X-ray yang baru tiba di terminal pelabuhan penumpang.

Sebagaimana saat itu petugas BC melakukan analysis profiling bagi penumpang kapal ferry Dumai Line 8 dari Batam yang baru tiba di terminal pelabuhan Bandar Sri Junjungan Dumai.

Diantara penumpang Kapal Ferry Dumai Line 8 tersebut, petugas BC mencurigai salah seorang penumpang yang antrian memeriksa salah satu tas bawaan (tas ransel-red) di mesin X-Ray.

Gerak-gerik penumpang yang dicurigai tersebut diawasi petugas BC dan kemudian petugas BC berhasil mengendus/mengamankan pelaku walau sempat mencoba kabur.

Pelaku yang kemudian diketahui berinitial FN diperiksa tim penindakan dan penyidikan BC. Kepada petugas, FN mengaku pemilik tas ransel yang dimasukkan dalam mesin X-Ray.

Dimana berdasarkan tampilan image mesin X-Ray terdapat barang mencurigai hingga dilakukan pemeriksaan fisik.

Atas pemeriksaan fisik tas ransel milik FN, petugas pun menemukan bungkusan teh warna hijau bertuliskan aksara china (Guanyinwang).

Setelah bungkusan teh hijau dibuka terdapat 2 bungkusan berisi kristal bening. Dan setelah dilakukan uji lab di BPIB Dumai, barang bukti (BB) berwarna kristal hasilnya positif sabu mengandung methamphetamine.

Atas perbuatannya yang diduga menyeludupkan sabu seberat 1,468 kg setara Rp 3 miliar, FN dijerat melanggar pasal 113 ayat 1 dan 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Terhadap kasus ini, pihak Bea Cukai menyebut pihak BC akan melimpahkan tersangka FN beserta BB Sabu tersebut ke Sat Narkoba Polres Dumai.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here