Polisi Tangkap Terduga Pelaku Perusuhan

0
56

JAKARTA,KOMPASRIAU.com-Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi,  memastikan akan membangun kembali rumah-rumah warga yang terbakar akibat bentrok antara desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo di Kabupaten Buton.

Dikutif dari Okezone, Sabtu (8/6/2019), Plt Kadis Kominfo Sultra, Saefullah mengatakan, Gubernur Ali Mazi telah mengerahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Sosial (Dinsos), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan TNI-Polri untuk mendata secara pasti jumlah rumah yang terbakar akibat bentrokan.

“Kami akan mengirim tim, membangun kembali rumah yang rusak. Kami kebetulan ada bantuan untuk pembangunan rumah di desa-desa,” jelas Ali Mazi.

Kata Ali Mazi, masyarakat tak perlu khawatir soal tempat tinggal, dirinya sebagai Gubernur Sultra mengaku bertanggung jawab.

“Warga tidak perlu ragu dan khawatir yang tidak ada tempat tinggal. Saya sebagai gubernur bertanggung jawab akan segera merealisasikan pembangunan rumah-rumah yang sudah terbakar,” tegas Ali Mazi.

Ali mengimbau masyarakat Desa Sampuabalo dan Gunung Jaya agar menjaga situasi, harmonisasi, dan keamanan. Apalagi, saat ini masih momen Lebaran Idul fitri.

“Saatnya kita saling maaf-memaafkan. Ini saatnya membangun kampung kita menjadi kampung yang maju. Janganlah masalah-masalah kecil menjadi besar,”ujarnya.

“Saya berharap desa-desa tetangga agar menjaga situasi, tidak memperkeruh keadaan. Ini kampung milik kita, jangan kita terprovokasi dengan orang yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.

Dikabarkan sebanyak 81 orang terduga pelaku kerusuhan antar dua desa di Buton, Sulawesi Tenggara, ditangkap polisi. Saat dilakukan penangkapan, terduga pelaku pasrah alias tidak melakukan perlawanan.

“Pada umumnya (oknum) masyarakat laki-laki yang diamanan tidak melakukan perlawanan,” kata Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, Sabtu (8/6/2019).

Dedi Prasetyo menerangkan, oknum masyarakat yang diamankan masih berstatus terperiksa guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

“Pasca penangkapan agar tetap dilakukan pengamanan di jalur masuk di Desa Sampuabalo untuk mencegah adanya serangan balasan dari etnis dengan memanfaatkan kekosongan kaum laki-laki di Desa Sampuabalo,”ucapnya.

Polisi menangkap 81 orang terduga pelaku penyerangan dan pembakaran rumah milik masyarakat Desa Gunung Jaya saat terjadinya bentrokan berdarah antar dua desa. Sejumlah barang bukti turut disita seperti parang, tombak, pisau, badik hingga busur.***(Pantas.S)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here