Pemko Dumai Gelar Pertemuan Intervensi Terpadu

0
135

DUMAI, KOMPASRIAU.com-Pemerintah Kota Dumai gelar pertemuan intervensi terpadu dalam upaya percepatan penurunan stunting di kota Dumai, bertempat di ballroom The Zuri Hotel Jl.Jenderal Sudieman, Kota Dumai, Rabu (12/2/2020).

Acara tersebut dihadiri Walikota Dumai Drs H Zulkifli As S.Sos, M.Si, Sekda kota Dumai, Herdi Salioso, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Riau Dra. Hj. Mimi Yuliani Nazir Apt, MM, Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai, Asnar,SP.M.Si, Ketua DPRD sekaligus ketua komisi III Dumai Agus Purwanto, Direktur RSUD Dr. Ridhonaldi, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, Syahrinaldi S.Sos, M.Si, perwakilan Dandim 0320 Pasi log Kapt.Inf. Junaidi, perwakilan Danlanal Dumai, Ketua TP PKK kota Dumai, Hj. Haslinar Zulkifli As S.Sos, M.Si dan Kakan Kemenag.

Acara yang dimulai pukul 8.40 Wib tersebut diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaanĀ  Indonesia Raya dipandu oleh Netty Darlina SKM.

Para hadirin yang hadir didalam ballroom hotel mengambil sikap hormat dengan berdiri di tempat. Khairul Fikri S.Hi dari kemenag naik ke podium membacakan doa.

Pada pembacaan laporan ketua panitia acara, Plt Kadiskes kota Dumai Syahrinaldi S.Sos, M.Si mengatakan,”Perlunya menekan angka stunting di kota Dumai untuk membuat warga Dumai menjadi masyarakat yang sehat dan bertumbuh kembang dengan baik yang akhirnya menciptakan manusia yang produktif.”

Ketua tim penggerak PKK kota Dumai Hj Haslinar Zulkifli As S.Sos, M.Si dalam sambutannya mengatakan,”Agar para kader PKK, Posyandu dan para orang tua benar-benar menyatakan tekad agar bersama-sama menekan angka stunting di kota Dumai.”

Sementara dari Kadiskes propinsi Riau Dra Hj. Mimi Yuliani Nazir Apt, M.Si dalam sambutannya mengatakan, “Bahwa permasalahan stunting bukan urusan dinkes semata saja tapi 70% juga menjadi urusan lintas sektoral, jadi gerakan pencegahan stunting harus merupakan pekerjaan bersama-sama.”

Walikota Dumai Drs H Zulkifli As S.Sos, M.Si dalam sambutannya mengatakan, “Agar semua instansi dan stakeholder mempersiapkan data dan bersinergi dalam penanggulangan stunting sebab berdasarkan data tahun 2019 ada 290 anak Dumai yang menderita stunting. Walaupun untuk ukuran kota/ kabupaten di propinsi Riau termasuk yang terkecil, namun tahun 2020 ini diharapkan angka tersebut bisa ditekan. “Walikota Dumai sekaligus oleh panitia secara resmi acara tersebut.

Acara tersebut dihadiri para Camat se-kota Dumai, Lurah, para kepala puskesmas, tim penggerak PKK se-kota Dumai, kader posyandu, para calon pengantin (Catin ) penyuluh pernikahan KUA, perwakilan kepala sekolah SMP dan SMA/SMK dan siswa, bidan kelurahan, organisasi profesi kesehatan dan para undangan.

Sebelum menutup acara, Walikota, ketua tim penggerak PKK kota Dumai, Kadiskes propinsi Riau dan Plt.Kadiskes kesehatan Kota Dumai menyerahkan buku Kesehatan Ibu dan Anak ( KIA ) kepada calon pengantin. Dan juga penyerahan tablet tambah darah kepada perwakilan siswa SMP/SMA/SMK se-kota Dumai.

Sementara penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara Walikota Dumai dengan Kakan kemenag kota Dumai, Drs H Syafwan dilakukan sebelum penandatanganan komitmen bersama intervensi terpadu lintas sektoral, yang dilakukan diatas bentangan spanduk lebar dari panitia. ***(Effendy Sitompul).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here