Pemko Dumai Dukung Sosialisasi Kesadaran Bela Negara Lingkup Pemukiman

0
119

DUMAI,KOMPASRIAU.com-Pemerintah Kota Dumai dukung sosialisasi kesadaran bela negara lingkup pemukiman, bertempat di ballroom Grand Zuri Hotel Jl.Sudirman, Kota Dumai,Kamis (13/2/2020).

Acara hari kedua sekaligus penutupan yang diprakarsai Kementrian Pertahanan Republik Indonesia dan didukung Pemerintah Kota Dumai dan Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik).

Acara tersebut dihadiri Direktur Bela Negara dari Kementrian Pertahanan, Brigjen TNI Jubei Levianto S.Sos, M.M dan Kakan Kesbangpol, Eko Wardoyo.

Tampil sebagai pemateri bela negara, Direktur bela negara, Brigjen TNI Jubei Levianto S.Sos, M.M mengangkat nilai-nilai bela negara dan Undang-undang nomor: 23 tentang pengelolaan sumber daya Nasional, yaitu: 1. Kecintaan kepada tanah air.

  1. Bagaimana membangun kesadaran berbangsa dan bernegara, seperti ; dialog antar masyarakat, pendidikan yang mengembangkan sikap terbuka untuk menerima perbedaan dan sportif dan saling menghargai, seni budaya dapat diterima baik oleh semua lapisan masyarakat sebagai alat pemersatu bangsa.
  2. Setia pada Pancasila yakni : menjalankan perintah agama, toleransi antar umat beragama, saling menolong/ menghargai, memahami perbedaan , demokrasi, keadilan/ kemakmuran dan persamaan di depan hukum.
  3. Rela berkorban
  4. Kemampuan dalam bela negara berupa prestasi. Usai pemaparannya, Brigjen TNI Jubei Levianto S.Sos, M.M mempersilahkan para peserta bertanya, dan kesempatan itu digunakan oleh M. Nazir seorang tokoh agama dari kelurahan Bukit Nenas, Kecamatan Bukit Kapur bertanya tentang pernyataan ketua BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) Profesor DR Yudian Wahyudi yang lagi viral saat ini tentang: “Musuh besar Pancasila adalah agama”

Ada juga pertanyaan oleh H. Zulkifli Ahad bertanya tentang kapal Cina yang masuk ke laut Cina Selatan, narkoba dan korupsi. Asman Koto dari Gabinsa (Tenaga Pembina Desa) kota Dumai bertanya tentang 150 orang warga Riau yang dibina dalam pendidikan bela negara di Salo Bangkinang bagaimana kelanjutannya dan bagaiman dengan warga lain yang ingin ikut pendidikan bela negara?

Jawab Brigjen TNI Jubei Levianto S.Sos, M.M kepada peserta: “Setiap diri kita harus bisa menilai pernyataan yang benar atau tidak terkait isu yang lagi viral. Kedua: Cina berekspansi ke laut Cina Selatan untuk menghidupi rakyatnya.

Tentang narkoba, Brigjen TNI Jubei Levianto menjawab: “Kalau negara-negara yang memproduksi narkoba menjual ke kita, bangsa Indonesia jangan mau membeli,”tegasnya.

Tentang Gabinsa, Jawab Brigjen TNI Jubei Levianto perseta: “Mempersilahkan para Gabinsa untuk berkomunikasi dengan Korem Pekanbaru”.

Acara sosialisasi tersebut dihadiri para peserta lebih kurang 200 orang yang terdiri dari tokoh agama, Ormas, Tokoh adat, Tokoh masyarakat, Camat, Lurah, OKP dan 17 suku-suku yang ada di Dumai, dimana setiap kelompok diwakili oleh 3 orang peserta.

Kakan Kesbangpol Eko Wardoyo, ketika diwawancara tentang kesimpulan rangkaian acara bela negara tersebut mengatakan,” Bagaimana supaya semua lapisan masyarakat bisa mempunyai wawasan kebangsaan dan bela negara diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari,”tegas Eko Wardoyo menjawab pertanyaan kompasriau.com.***(Effendy Sitompul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here