Aidil Winanda Peternak Puyuh

0
385

DUMAI,KOMPASRIAU.com-Hujan gerimis di tengah cuaca panas di kota Dumai, sore pukul 15.30 Wib, di tembus jurnalis Kompasriau.com, Effendy Sitompul bersama seorang teman sesama jurnalis, Jeston Karlop Situmeang untuk berkunjung ke peternakan puyuh yang berada di Jalan Karya Bakti depan SDN 09, Kelurahan Bagan Keladi, Kecamatan Dumai Barat,Kota Dumai yang dikelola oleh Aidil Winanda.

Wartawan kompasriau.com bersama Aidil Winanda

Usaha ternak puyuh yang sudah dirintis sejak sejak tahun 2016 dengan usaha kecil-kecilan di rumah kontrakan tersebut kini sudah berkembang dengan jumlah 15.000 ekor puyuh.

Dengan lahan ukuran 20 × 40 meter, Aidil Winanda membangun kandang puyuh yang mampu menampung kapasitas 20.000 ekor ternak puyuh sekaligus. Dan saat ini Aidil Winanda sedang membangun rak untuk kapasitas 5.000 ekor. Kandang pertama ukuran 7 × 10 meter. Kandang kedua dengan ukuran 8 × 20 meter dibangun menyambung kebelakang arah utara sehingga total panjangnya menjadi 30 meter.

Rak dibagi menjadi beberapa bagian sesuai peruntukannya, ada rak bertelur, rak pembibitan, rak pembesaran khusus pedaging. Sementara untuk penetasan disiapkan 2 unit lemari  khusus yang dilengkapi pemanas lampu pijar dan termostat pengontrol suhu yang di dalamnya terdapat rak.

Lemari pemanas pertama difungsikan untuk menghangatkan telur dimana kapasitas tampung setiap rak 900 butir. Setiap 5 hari butiran telur akan dipindahkan ke lemari pemanas kedua untuk mempersiapkan telur menetas. Masa eram telur puyuh yang cuma 17 hari terkadang kata Aidil Winanda membuat ia sendiri kelabakan mempersiapkan rak-rak penetasan oleh karena tingginya permintaan pasar.

Aidil Winanda dalam usaha peternakan puyuhnya memproduksi telur, bibit, dan puyuh pedaging. Bagi pembeli bibit dengan jumlah besar Aidil Winanda bersedia memberi pelatihan sampai si orang tersebut bisa mandiri, yang ujungnya nanti dijadikan sebagai mitra binaan.

Saat ini kapasitas produksi ternak puyuh Aidil Winanda baru sanggup memproduksi 4.500 butir telur perhari ditambah mitra binaan menjadi total 6.000 butir perhari. Sementara menurut perhitungan nya untuk kebutuhan kota Dumai sebanyak 40.000 butir perhari. Yang mana selama ini kebutuhan telur di pasok dari luar Dumai. Jadi beliau melihat usaha ternak puyuh masih terbuka peluangnya bagi masyarakat kota Dumai.

Untuk kebutuhan air bersih sebagai minum puyuh nya Aidil Winanda menyiapkan sumur bor dengan kedalaman 18 meter yang mana hasil uji laboratorium nya menyatakan nilai ph nya 6,5. Masih termasuk normal sebab standar normal ph air konsumsi adalah 6 – 7.

Bagi yang berminat berinvestasi Aidil Winanda mempersilahkan para investor menanamkan modal minimal Rp. 20 juta untuk 1.000 ekor puyuh.

Mempekerjakan anggota 6 orang yang dibagi jadi 2 tugas ( 2 orang khusus mengawasi dan mengontrol puyuh 4 orang lagi bagian pertukangan ) Aidil Winanda mempunyai cita-cita untuk bisa ekspor puyuh sampai ke Malaysia. ” Ia bang kalau semua nya sukses saya mau memperluas market saya sampai ke Malaka ” terangnya ketika jurnalis bertanya rencana besar nya kedepan.

Usaha peternakan yang dibangun dengan nama PT. DILAF KELETEH BERSAMA ini pernah ia konsultasikan ke anggota DPRD kota Dumai dari fraksi PKS komisi III Muhammad Ikhwan Alhadi dan Muhammad Ikhwan Alhadi memberi petunjuk agar Aidil Winanda membuat komunitas para peternak puyuh dan buat seminar, yang mana nantinya bisa diajukan kedinas peternakan untuk pembinaan.

“Namun hingga saat ini, kami para peternak tidak pernah sedikitpun menerima bantuan atau pembinaan dari Pemerintah Kota Dumai, justru kita membantu Dumai untuk membimbing para peternak puyuh,”terang Aidil

Saat jurnalis Kompasriau.com berkunjung ke lokasi, tampak Aidil Winanda dengan tukangnya sedang mempersiapkan pembangunan kantor di bagian depan depan kandangnya. ***(Effendy Sitompul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here