Perkara Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Dari APBD Dumai

0
100

DUMAI,KOMPASRIAU.com-Perkara dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (Bansos), yang bersumber dari Alokasi Pendapatan dan Belanda Daerah (APBD) kota Dumai pada tahun 2013-2014, masih bergulir. Hingga kini penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Dumai masih terus melakukan penyidikan terhadap saksi-saksi.

Penyidik Polres Dumai telah menetapkan empat orang tersangka, yakni almarhum E, I, SA dan R. Perkara dugaan penyelewengan dana bansos tahun 2013-2014, diduga melibatkan banyak pihak yang notabene oknum anggota DPRD periode 2009-2014.

Terkait perkara tersebut, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Dumai, Ekky SH, MH, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (13/2/2020), mengatakan kepada kompasriau.com: ”Kalau mau konfirmasi secara resmi ke kejaksaan negeri Dumai ini, sudah ada humas yang ditunjuk oleh atasan kami, yaitu kasi intel kejari Dumai,”ujarnya.

Kasi Intel Kejaksaan negeri Dumai, Dede Irawan SH, MH, saat ditemui awak media ini, Jumat (14/2/2020) di ruang kerjanya menyebutkan, terkait perkara dugaan korupsi dana bansos tahun anggaran 2013-2014, pihaknya belum melimpahkan berkas berkasnya. “Jadi kita belum boleh memberi tanggapan maupun jawaban terkait kasus tersebut,”ujar Dede Irawan.

Dikatakan Dede,  bahwa kasus dana bansos sudah pernah ditanganinya saat bertugas di daerah lain, namun pelanggaran atau kronologisnya tidak sama, banyak hal yang harus dipelajari termasuk memberikan petunjuk ke pihak penyidik Polres Dumai untuk dilengkapi (P21).

“Bahwa penegakan hukum itu bukan harus memenjarakan orang, yang paling penting kita melakukan sosialisasi kepada semua pihak untuk mengoptimalkan pencegahan tindakan melawan hukum. Dan jangan menzolimi orang lemah atau bawahan, berikan kepastian hukum dengan benar dan berkeadilan tanpa membedakan orang. Persamaan di hadapan hukum adalah asas di mana setiap orang tunduk pada hukum peradilan yang sama (Equality Before The Law),”tegas Dede Irawan.

Dengan ramah dan santun kasi intel yang satu ini mengatakan selalu welcome kepada rekan-rekan media dan dukungan semua pihak. “Karena keberhasilan penegakan hukum itu, bukan karena banyak kasus dituntaskan atau banyak orang di penjarakan, akan tetapi dapat mencegah tindakan melawan hukum dan dapat meminimalisir perbuatan melakukan korupsi dan yang intinya masyarakat merasa puas. Untuk itu saya ingin melihat warga masyarakat Dumai lebih maju, lebih sejahtera kedepannya,”ucapnya mengakhiri. ***( JK.Situmeang).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here