Direktur RSUD Kota Dumai Terkesan Kurang Transparansi Kepada Media

0
190

DUMAI, KOMPASRIAU.com-Berdasarkan informasi akurat yang berhasil dihimpun kompasriau.com, Jumat (27/03/2020) sekira pukul 14.25 Wib, bahwa salah seorang chief engineering (Kepala Kamar Mesin=KKM) kapal MT. Shotan berbendera Panama berinisial K. J.C (63 Th), warga negara Korea meninggal dunia di kapal.

Kapal MT.Shotan berlabuh di dermaga pelabuhan Dumai sekira pukul 8.20 Wib. Pada saat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melakukan pemeriksaan, ditemukan KKM sudah meninggal dunia.

Berdasarkan informasi tersebut, Minggu (29/03/2020), kompasriau.com mencoba meminta konfirmasi kepada kepala KKP, Efrizon dan Direktur RSUD, Dr Ridhonaldi, namun dalam jawaban WhatsAppnya, Minggu (29/032020), Ka.KKP Efrizon mengatakan, “Terima kasih infonya pak, berdasarkan pemerikssan Tim Dokter kami penyebab kematian tdk ada MENGARAH KE COVID-19 hasil pemeiksaan sdh kami serahkan ke KSOP Kls I Dumai & Pak Kapolres. Jenazah    sudah di RSUD Dumai diurus oleh pihak agen Kapal menunggu kedatangan pihak keluarga dari Jakarta/Kedubes Korsel

Sementara jawaban WhatsAppnya  Dr.Ridhonaldi,  Minggu (29/03/2020), pukul 08.02 Wib mengatakan, “Kita RSUD benar menerima mayat dari kapal yang dititipkan oleh KKP.”

Ketika Kompasriau.com tanyakan penyebab kematian kepada Dr.Ridhonaldi, dijawab Dr Ridhonaldi: “Kita hanya dititipan pak , jika bapak mau tau kronologis kematian ke KKP.”

Jawaban kedua pejabat ini terkesan kurang tansparansi kepada awak media., arti Dr.Ridhonaldi terkesan seakan tidak mau terbuka soal penyebab kematian. Apakah kewenangan statemen penyebab kematian tidak berada diinstansinya.?

Sementara Ka KKP Efrizon mengeluarkan statement penyebab kematian. Yang menjadi pertanyaan apakah instansinya memiliki kewenangan mengeluarkan statement penyebab kematian..? Jika benar instansinya memiliki kewenangan mengeluarkan statement penyebab kematian, apakah pemeriksaan penyebab kematian ada ditangan KKP..? Apakah seharusnya KKP hanya mengurus evakuasi dan laporan kronologi kematian.?

Sementara Dr.Ridhonaldi menjawab pertanyaan kompasriau.com tentang  penyebab kematian tidak nyambung. Ia mengarahkan kompasriau.com menelusuri kronologi kematian ke KKP.

Sementara oleh karena prosedural evakuasi mayat yang dilakukan KKP tidak sesuai SOP, si tukang perahu pompong yang dirental mengevakuasi mayat, sampai saat ini diusir dari dermaga TPI Jl.Patimura, tempat sehari-hari nya beliau mencari nafkah.

Ada fakta yang kedua. Jumat 27/03/2020 seorang warga Jl.Arifin Ahmad Gg.Utama, Jaya Mukti berinisial A.S (66 Th) meninggal dunia di RSUD kota Dumai.

Dalam surat keterangan kematian yang dikeluarkan  RSUD nomor: 440/RSUD/2020/043 terlihat sangat rancu. Berikut poin-poinnya :
1. Jam kematian tidak dicantumkan.
2. keterangan penyebab kematian tidak ada, padahal surat ditandatangani Dr.Syahputra.
3. Menurut kesaksian anak almarhum,bahwa ia melihat langsung mayat bapaknya sebelum dimasukkan ke peti jenazah, mayat terlebih dahulu dimasukkan ke kantong mayat. (Bahkan ia sempat memvideokan mayat orang tuanya.) Dan atas anjuran pihak RSUD kepada pihak keluarga agar menyediakan peti jenazah khusus yang kedap.

Berdasarkan kedua peristiwa tersebut, kompasriau.com konfirmasi langsung ke direktur RSUD Dr.Ridhonaldi, namun berhubung Dr.Ridhonaldi tidak di tempat, kompasriau.com disambut humas RSUD Yanto.

Dalam jawaban atas semua pertanyaan kompasriau.com, Yanto mengatakan bahwa untuk kasus kematian yang di Jaya Mukti, hasil laboratorium penyebab kematian  harus menunggu 14 hari.” (Pernyataan ini bertentangan dengan pernyataan KKP terkait kasus kematian KKM MT.Shotan)

Ketika ditanya kompasriau.com, kenapa jam kematian tidak dicantumkan di surat kematian, Yanto tidak bisa menjawab.

Oleh inisiatif kompasriau.com, Yanto dan pihak keluarga A.S,  dalam hal ini Albert dihubungkan dengan komunikasi HP kompasriau.com.

Dalam percakapan di depan kompasriiau.com dan memakai speaker phone segala pertanyaan pihak keluarga dijawab Yanto dan diterima pihak Albert, namun pihak keluarga tetap menunggu surat keterangan kematian secara rinci.

Penulis : Effendy Sitompul

Editor.   : Nelson

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here