“Terkesan Tidak Ada Prosedur Yang Jelas Dalam Pelayanan RSUD Kota Dumai”

0
2082

DUMAI,KOMPASRIAU.com-Seputar Kompasriau.com meminta klarifikasi kepada humas RSUD Kota Dumai terkait pelayanan kesehatan RSUD Kota Dumai terhadap satu keluarga yang beralamat di kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai.

Permasalahan bermula ketika salah seorang pasien berinisial A, S [60 th], pensiunan guru yang beralamat di kelurahan Jaya Mukti meninggal dunia, pada  tanggal 27 Maret 2020. Bahwa dalam surat keterangan penyebab kematian nomor.440/RSUD/2020/043 tidak ada penjelasan secara spesifik penyebabnya.

Humas RSUD Kota Dumai, Supriyanto (mantan anggota DPRD Kota Dumai) berjanji dihadapan wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo SE, bahwa setelah 14 hari pasien A.S meninggal dunia, pihak RSUD Dumai akan mengeluarkan surat keterangan penyebab kematiannya secara rinci, namun hingga kini ucapan Supriyanto tersebut belum juga terwujud.

Demikian juga ketika istri almarhum A.S, berinisial K.R [64 th] berobat ke RSUD, Senin 20/04/2020, Dr.Amrizal Amir yang menangani K.R  menolak bertemu tanpa alasan yang jelas. Dr.Amrizal Amir langsung memberikan resep obat.

Padahal pasien K.R dan seisi keluarga telah dinyatakan sehat dan negatif Covid-19 berdasarkan tes Rapid dan observasi selama 14 hari. Hal tersebut berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh Puskesmas Jaya Mukti, ditandatangani kepala Puskesmas drg.Anneliza dan dokter pemeriksa dr.Hennita, Jumat  (17/04/2020).

Demikian pula ketika anaknya K. R, berinisial  Alb menebus resep obat ke apotek RSUD mengalami pelayanan yang buruk. Mulai dari di bolakan dari satu tempat ke tempat lain, alasan jaringan internet yang lelet hingga waktu tunggu hampir 2 jam, padahal ada keterangan pengumuman di dinding apotek maksimal waktu tunggu hanya 30 menit.

Ketika Kompasriau.com pertemukan Alb  dan humas RSUD Dumai, Supriyanto tidak ada penjelasan memuaskan Albertus mengenai alasan dr.Amrizal Amir tidak mau bertemu sang ibu. “Nanti saya akan tanyakan kepada dr.Amrizal Amir alasan tidak mau bertemu  pasien K.R,” ucap Supriyanto.

Ditanya kenapa surat penyebab kematian tidak ada rincian?  Dijawaban humas Supriyanto: “Saya pun heran kok bisa surat keterangan penyebab kematian tidak jelas, ” kilah Supriyanto. Bahkan Supriyanto sampai berjanji kepada Alb,  “Tugas saya melayani masyarakat, sampean nggak usah takut, saya tanggungjawab,” terang Supriyanto.

Ketika ditanya, apakah ada keterkaitan dengan Covid-19,? Dijawab Supriyanto: “Untuk pastinya silahkan croscek ke Gugus Tugas Pencegahan Dan Penanganan Covid-19, ” kilah Supriyanto.

Di tempat terpisah, ketika dikonfirmasi kepada  Dr.Saiful menjawab:  “Saat ini tidak ada kepastian negatif atau positif seseorang terjangkit virus Corona Covid-19 sebelum hasil tes swab dikeluarkan,”ujar dr.Saiful.

Berdasarkan konfrensi pers yang diadakan ketua DPRD kota Dumai, Agus Purwanto dan beberapa anggota, Jumat (24/04/2020),  di gedung DPRD kota Dumai, Agus Purwanto menyoroti protap pencegahan Covid-19 yang dijalankan RSUD Kota Dumai.

Dalam keterangan persnya Agus Purwanto dan Hasrizal mengatakan, “Kecolongan pihak RSUD Kota Dumai, ketika ada seseorang bernama Paisal SKM,MARS bisa masuk keruang isolasi pasien positif Covid-19 dan melakukan foto selfi, sekalipun sang Paisal SKM,MARS memakai APD (Alat Pelindung Diri)”.

Beberapa orang warga Dumai menyebut “ketidak profesionalan pihak RSUD kota Dumai dalam pelayanan di RSUD Kota Dumai”. Bahkan Hasrizal menyebut akan menempuh jalur hukum jika keputusan politik DPRD tidak disikapi dengan selesai.

Dari rangkaian tersebut diatas patut diduga pihak RSUD kota Dumai tidak profesional dalam bekerja. Bahkan seorang humas Supriyanto bingung menjawab surat penyebab kematian?

Ketika Kompasriau.com, Sabtu 25/04/2020 bertanya via WA kepada  Alb tentang alasan dr.Amrizal Amir kenapa tidak mau bertemu pasien K.R pada waktu berobat dan tentang kematian A.S ?  Dijawab Alb belum ada kabar dari humas Supriyanto.

Penulis : Effendy Sitompul

Editor    : Nelson

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here