“Tetapi Nuh Mendapat Kasih Karunia Di Mata Tuhan”

0
98

Mimbar Agama Kristen, edisi 17 Mei 2020

Salam sejahtera,kiranya kasih kemurahan Tuhan menyertai saudara semua di mana pun saudara berada.

Saudara-saudaraku yang saya kasihi dalam Kristus, Dalam Kitab Kejadian 6, kita nembaca bagaimana populasi manusia sudah semakin banyak yang memenuhi bumi, tepatnya di zaman Nuh, Allah pencipta semesta ketika melihat keadaan manusia yang telah diciptakan-Nya itu melakukan kekerasan dan yang merusak di bumi, kecenderungan hati mereka hanya melakukan kejahatan dan yang merusak, sehingga Allah menyesal menciptakan manusia itu karena itu memilukan hati-Nya.

Allah mempunyai tujuan ilahi mengapa manusia itu diciptakan segambar dengan diri-Nya, yaitu  hidup untuk memuliakan Tuhan dan melakukan yang baik dan benar, melakukan seluruh kehendak-Nya, tetapi setelah Allah menilik bumi dan Allah melihat bahwa apa yang dilakukan manusia itu semuanya jahat, sehingga Allah menyesal dan Allah ingin mengakhiri hidup semua manusia itu, tetapi Nuh mendapat Kasih karunia di mata Tuhan (Kejadian:6:9). Mengapa Nuh mendapat kasih karunia Allah di zaman yang begitu jahat dan penuh kerusakan di bumi?

Alkitab mencatat kehidupan Nuh yang hidup benar dan tidak bercela dan Nuh bergaul akrab  dengan TUHAN, menjalani kehidupan yang benar dan bergaul karib dengan Allah tidaklah mudah, mengingat kondisi manusia dan kecenderungan hati manusia hanya mengerjakan kejahatan dan kerusakan, tetapi Nuh terap mendapat kasih karunia Tuhan karena Nuh hidup bergaul dengan TUHAN.

Setelah Tuhan memastikan bahwa Ia akan mengakhiri seluruh bidup manusia dari muka bumi, maka Allah memberi perintah kepada Nuh untuk membuat bahtera yang begitu besar kira-kira 170 meter panjangnya dan 28 meter lebar dengan bertingkat bawah, tengah dan atas (Kejadian: 6:13-16).

Tuhan akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnakan segala yang hidup dikolong langit dan yang ada di bumi akan pasti binasa. Nah, saudara-saudaraku sekalian, di dalam segala situasi yamg terjadi, selalu ada TUHAN melihat dan menilik bumi  ini umtuk melihat kita apakah kita hidup benar dan mempermuliakan TUHAN? karena Allah menjadikan kita sebagai umat tebusan-Nya melalui korban Kristus agar kita memiliki hidup yamg memyenangkan TUHAN di zaman kita sekarang dimana Tuhan izinkan kita hidup.

Nuh seorang yang bertanggung jawab, di saat Nuh mendapatkan perintah untuk membuat bahtera, maka Nuh mengerjakannya tepat seperti yang TUHAN perintahkan kepadanya dan sampai bahtera itu selesai (Kejadian 6:22).

Saudaraku sekalian, saya ingin memberi tahu anda sekalian, dalam perintah pembuatan bahtera itu, Allah tidak menyuruh Nuh membuat jendela pada bahtera itu, hanya dibagian atas yang disuruh dibuat bagian yang bisa dibuka sewaktu-waktu oleh Nuh.

Allah adalah arsitek bahtera dan Nuh ahli membuat bahera. Allah yang merancang keselamatan Nuh dan keluarganya. Allah tidak ingin ada jendela di bahtera yang sewaktu-waktu mereka membuka jendela itu dan takut karena melihat air bah. Allah tidak ingin Nuh dan keluarganya takut, cemas dan gelosah selama dibahtera itu.

Di saat Nuh berumur enam ratus tahun mulai turun hujan selama empat puluh hari empat puluh malam (Kejadian 7:11-13), maka  Nuh masuk kebahtera itu disaat berumur 600 tahun. Nuh dan keluarganya, turut serta dibawanya binatang-binatang yang melata dan dan hewan serta burung-burung diudara masing-masing sepasang-sepasang.

Sesudah mereka masuk, maka matilah segala yang hidup di bumi, binatang dan juga manusia. Maka berkuasalah air itu di bumi selama seratus lima puluh hari (150 day), jadi total mereka nerada di bahtera itu 50 hari turun hujan + air menguasai bumi 150 hari= 190 hari.

Suatu Lockdown terlama yang ada di Alkitab, dimana diluar bahtera hanya ada bahaya air bah. Tetapi Tuhan maha pemelihara kehidupan yang mengasihi Tuhan, Tuhan juga menyuruh Nuh untuk menpersiapkan semua yang mereka makan selama di bahtera, dan Nuh melakukan semuanya itu tepat seperti yang Allah inginkan, (Kejadian 6:21).

Dan Nuh dan keluarganya dipelihara Tuhan, dan mereka tidak kelaparan selama dibahtera sebab Dia adalah Allah Yehowa Jite, Allah yang menyediakan.

Saudaraku dimanapun anda berada, jika kita hidup bergaul karib dengan juruselamat kita Yesus Penebus kita, maka bukan hukuman dan bencana yang akan menimpa kita, tetapi kasih karunia dan pemeliharaan Tuhan yang akan menjadi bagian kita.

Alkitab mengatakan bahwa kelak menjelang kedatangan Anak Manusia kedua sebagai Hakim yang akan menghakimi semua nanusia, keadaan manusia akan seperti pada zaman Nuh, kawin mengawinkan dan pesta pora dan manusia semakin jahat, tetapi kita  yang percaya mendapat kasih karunia Tuhan lewat kematian dan kebangkitan Kristus.

Marilah kita hidup benar dan bergaul karib dengan Tuhan sekalipun di tengah-tengah kejahatan dan kerusakan oleh ulah manusia yamg kecenderungan hatinya melakukan kekerasan dan kejahatan.

Nah, setelah semua itu terjadi teringatlah Allah kepada Nuh, maka Allah menutup semua mata air dan bumi pun mengering kembali. Disaat situasi bahaya mengancam, ada Tuhan yang selalu mengingat kita dan dan semua orang yang hidup bergaul akrab dengan Tuhan.

Lalu Tuhan berfirman kepada Nuh; “Keluarlah dari bahtera itu, engkau dan bersama-sama istrimu dan serta anak-anakmu dan istri anak-anakmu, (kejadian 815-16).

Saudara-saudaraku di dalam Kristus Yesus, semua yang terjadi di tengah-tengah bangsa kita, virus corona, Tuhan izinkan sebagai bencana dan sekaligus ujian bagi iman kita. Allah ingin mengetahui bagaimana sesungguhnya kita hidup di hadapan-Nya, apakah kita siap untuk masuk bahtera yang menggambarkan perlindungan abadi atau siap untuk dibinasakan karena hidup yamg suka kekerasan dan kejahatan, tentu kita ingin diselamatkan di bahtera yang kita dayung selama kita nasih diizinkan hidup.

Pergunakanlah setiap sempatan untuk memuliakan Tuhan Yesus Raja kehidupan kita. Sesudah Nuh dan keluarganya keluar dari bahtera itu, yang ada dihati Nuh hanya nemuliakan Tuhan dan itu terlihat disaat Nuh mendirikan Mezbah bagi Tuhan dari segala binatang yang tidak haram dan segala burung yang tidak haram  dipersembahkan Nuh bagi TUHAN.

Dan ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, maka berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya; “Aku tidak akan memgutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya”. Saudaraku, di saat kita mengalami kasih karunia TUHAN maka tinggallah di hati pikiran kita hanya mempersembahkan hidup kita sebagai persembahan yang hidup dan berkenan kepada TUHAN  (Roma:12:1÷3).

Doa dan harapan saya di tengah pandemi vovid-19 ini, agar semua kita mendapatkan kasih karunia TUHAN, itu dimulai dari hidup bergaul akrab dengan Bapa sorgawi kita.

Terimakah dan dapatkan pesan penting ini dan saudara lakukan dengan tepat, bangunlah bahtera anda yang kokoh dan tahan terhadap badai tantangan di zaman yang semakin jahat ini, milikilah ketaatan yang sungguh dan pastikan bahtera yang anda bangun yang di arsitek Allah sendiri dan saudaralah yang melakukannya dengan tepat dan benar sesuai yang Allah mau. Tetaplah tenang jangan gelisah, jangan menilik jendela dunia sekitarmu yang membuat anda takut, tetapi lihat dan pandanglah kepada Kristus yamg sudah rela mati dan bangkit dan naik kesorga agar Roh-Nya menjaga dan melindungi dan yang memeteraikan kita menjadi milik kepunyaan-Nya selamanya. Tuhan Yesus memberkati semua saudara sekalian.           Good_New_gpps_immanuel_kota_dumai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here