Hentikan Kerja Gugus Tugas, Dua Tersangka Diamankan

0
114

DUMAI,KOMPASRIAU.com-Berdasarkan Pergub Riau no 27 tahun 2020 dan Perwako Dumai nomor 34 Tahun 2020 tanggal 12/5/2020, tentang pedoman pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), terhitung mulai 18 Mei 2020 hingga 31 Mei 2020 mendatang, berbagai upaya Pemko Dumai memutus rantai penyebaran Covid-19, Satlantas Polresta Dumai yang merupakan bagian dari gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, bersama gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kota Dumai melaksanakan penegakan hukum di jalan terhadap masyarakat yang melanggar peraturan Walikota Dumai, Senin (18/05/2020) malam.

Namun upaya penegakan hukum berupa teguran dan penindakan terhadap masyarakat yang tidak mematuhi peraturan di spot chek point jalan jendral Sudirman, tepatnya di depan hotel Grand Zuri, didatangi oleh sekelompok masyarakat yang berusaha  memaksa menghentikan cheking protokol Covid-19 yang sedang berlangsung, dengan cara memindahkan water barrier dan plang pengumuman, sehingga petugas tidak dapat melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.

Berdasarkan kejadian tersebut, tim opsnal sat reskrim Polres Dumai berhasil melakukan penangkapan terhadap 2 (Dua) tersangka yang dengan sengaja memprovokasi dan menggerakkan sejumlah orang untuk melakukan perlawanan terhadap personel gabungan yang tergabung dalam gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kota Dumai, yang sedang menjalankan tugas.

“Tersangka yang berhasil diamankan ialah FD alias SA bin MJ (40, seorang buruh yang merupakan warga jalan Jenderal Sudirman Gang,Kampung Baru I, Kelurahan Teluk Binjai Kecamatan Dumai Timur dan AS alias AD bin Alm. DR (36) yang merupakan warga jalan Jenderal Sudirman Gang Kampung Baru I, Kelurahan Teluk Binjai Kecamatan Dumai Timur,” jelas Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira, S.I.K, M.H didampingi kasat reskrim Polres Dumai, AKP Dhani Andika Karya Gita, S.I.K, Kamis (21/05/2020) malam.

Bersama kedua tersangka, lanjut Kapolres Dumai, turut diamankan sejumlah barang bukti,yakni 4 (empat) unit water barier orange, 2 (dua) unit plang kegiatan PSBB, 3 (tiga) unit trafic kun, 1 (satu) rangkap surat perintah tugas, 1 (satu) helai baju kaus lengan pendek warna biru bermotif garis-garis bertuliskan Volcom, 1 (satu) pcs topi warna biru dongker, 1 (satu) helai celana jeans, 1 (satu) helai baju kaos lengan panjang kombinasi warna hitam warna merah merk Duxman, 1 (satu) pcs topi warna biru merah, 1 (satu) helai celana jeans dan 1 (satu) helai jaket jeans warna biru.

Menanggapi kejadian tersebut, Kapolres Dumai menghimbau seluruh masyarakat kota Dumai agar dapat mematuhi peraturan Walikota Dumai nomor: 34 Tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan PSBB kota Dumai,dan jangan melakukan tindakan yang melanggar ataupun melawan hukum.

“Hal tersebut tentunya sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur Riau dan Kapolda Riau pada kunjungannya di kota Dumai beberapa waktu lalu yang mengatakan,PSBB merupakan langkah pemerintah untuk menyelamatkan rakyat, apabila masyarakat dapat bekerjasama dengan mendisiplinkan diri dalam mematuhi seluruh himbauan dan peraturan pemerintah. Kita sangat berharap pelaksanaan PSBB tidak perlu diperpanjang dan semoga wabah pandemi Covid-19 segera berakhir dari  Indonesia, khususnya provinsi Riau dan kota Dumai,”tutup Kapolres Dumai.***(Rilis Polres)

Penulis : Effendy Sitompul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here