Awali Hidupmu Dengan Cara Yang Benar

0
122

Mimbar Agama Kristen, edisi minggu, 7 Juni 2020.

“Marilah kita mendirikan Mezbah Bagi Tuhan yang menyelamatkan kita” (Kejadian 8:18-22)

Shalom, salam sejahtera buat kita sekalian. Saudara-saudara yang saya kasihi dalam Kristus Yesus dimanapun saudara berada, khususnya umat Kristian yang ada di Provinsi Riau, patut kita syukuri atas rahmat TUHAN yang menyelamatkan kita dari pandemi yang telah mewabah sejak Februari hingga bulan Mei, kita melaksanakan ibadah dirumah, khusus kota Dumai yang hanya menerapkan PSBB satu tahap karena Dumai sudah zona hijau dan sekarang sudah new normal.

Terpujilah TUHAN kita Yesus Kristus yang setia menjaga dan menolong kita dalam menghadapi covid-19, kita terbebani dari belenggu pandemi yang mengharuskan kita menerapkan physical distancing dan menjauhi kerumunan.

Saudaraku sekalian, Nuh dan keluarganya juga pernah mengalami Lockdown di bahtera selama kurang lebih 7 bulan, lalu apa yang mereka lakukan setelah mereka keluar dari bahtera?

Dalam Kejadian 8:18-20 dicatat ‘Lalu keluarlah Nuh bersama-sama dengan anak-anaknya dan istrinya dan istri anak-anaknya, segala binatang liar, segala binatang melata, semuanya yang bergerak di bumi, masing-masing menurut jenisnya  keluarlah juga dari bahtera itu. Lalu Nuh mendirikan Mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu. Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hatinya: “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.

Saudaraku sekalian, perbuatan Nuh merupakan teladan yang luhur bagi kita sebagai umat TUHAN haruslah tahu bersyukur, tahu membalas segala budi baik TUHAN, segala kemurahan Tuhan yang begitu besar yang kita alami dalam menghafapi pandemi ini, sebagai umat Tuhan yang berbudi pengertian yang memiliki kepekaan spiritual dan kepekaan sosial, karena gereja dan umat TUHAN yang benar pasti tahu saat-saat yang baik, tahu momentum perubahan, kekristenan yang baik adalah dimulai dari dasar pondasi kehidupan yang tahu melakukan hal yang terpenting dan bagaimana menjalankan kehidupan yang bermoral dan berahklak mulia, dimulai dari kebiasaan  yang sederhana namun sangat menentukan masa depan kita.

Jika pada zaman Nuh,  Allah yang menghukum bumi dengan air bah karena Ia menyesal telah menjadikan manusia itu, yang seharusnya memuliakan TUHAN dan mendirikan mezbah bagi TUHAN, maka kita yang hidup di zaman sekarang, Allah menghendaki kita memiliki hidup yang suka mendirikan mezbah bagi TUHAN. Mezbah dupa adalah bentuk rasa hormat kita dan rasa terima kasih kita atas kuasa-Nya yang meluputkan kita dari bahaya pandemi, bagaimana kita mengharap hal-hal besar dari Allah, kalau kita tidak mau mendirikan Mezbah bagi TUHAN? Bagaimana kita menjadi orang baik sementara kita tidak tahu berterima kasih kepada Allah yang hidup? Sesuatu yang dimulai dari rasa hormat yang tertinggi kepada TUHAN, akan mengerjakan hal-hal yang besar, bagi umat Tuhan tidaklah asing tentang mendirikan mezbah, tetapi masih banyak orang yang tidak memahami betapa pentingnya membuat sebuah mezbah yang dimulai dari keluarga kita sendiri.

Oleh karenanya, pelajaran dari Nuh dan keluarganya yang sangat menghormati karya perlindungan TUHAN, menjadi kebenaran yang nengedukasi kita menjadi orang kristen yang tahu berterima kasih dan menghormati TUHAN.

Sebagaimana Kriatus sudah membayar lunas akan dosa-dosa pelanggaran kita, hidup Kristus haruslah menjadi kebenaran utama yang menuntun kita ke arah yang baik dan berkenan. Bagian kita haruslah kita laksanakan dengan baik, mendirikan mezbah dan memberi kehidupan kita untuk taat sepenuhnya kepada Kristus.

Persembahan kita haruslah benar-benar harum semerbak menyenangkan TUHAN, karena Ia pasti mencium setiap persembahan kita, jika Ia menciumnya harum, maka Allah pasti berjanji dan berfirman dalam hati-Nya: bahwa Ia takkan menghukum kita lagi tetapi Ia akan memberkati kita dan seisi rumah kita dan segala yang kita miliki akan diberkati. Karena tujuan kita adalah hidup mempermuliakan TUHAN dengan mendirikan mezbah bagi TUHAN.

Kesukaan setiap orang tentulah berbeda-beda, ada yang suka mendirikan menara babel, mencari nama dan popularitas, tapi sebagai umat yang memulai hidup dari membangun mezbah adalah gambaran gereja yang  bertumbuh, berkembang dan menjadi berkat. Sehingga walaupun TUHAN memgizinkan segala rintangan, namun kita tetap kuat dan berkemenangan.

Saudaraku sekalian, awali hidupmu dengan cara yang benar dan tetap arahkan hatimu dan seluruh hidupmu ke mezbah TUHAN yang mencium persembahanmu, persembahan yang harum datang dari kehidupan yang terbentuk dalam proses TUHAN dan kita tidak menggerutu dan bersungut-sungut, hanya pujian penyembahan dan berterima kasih yang mengalir dari hati kita kepada Allah yang hidup yaitu Kristus Yesus pemelihara hidup kita.

Kiranya Kasih karunia Allah menyertai kita sekalian. Tuhan Yesus memberkati.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here