Pelaku Perusak Hutan Bakau Di Dumai “Dipelihara” Oknum Aparat?

0
365

DUMAI,KOMPASRIAU.com-Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove yang tumbuh di air dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat dimana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Hutan bakau harus dilindungi pihak yang berwenang di Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Kota Dumai Dan DLHK Provinsi Riau.

Informasi kepada Pemerintah Kota Dumai bahwa saat ini para pelaku aksi penebangan kayu bakau secara ilegal di wilayah hukum Polres Dumai seakan terkesan “dipelihara oknum aparat penegak hukum”. Diduga pengambilan kayu bakau secara ilegal semakin ganas dan kayu bakau hasil tebangan liar tersebut diduga dijadikan arang untuk diekspor (dikirim) ke luar Negeri.

Hal tersebut dikeluhkan salah seorang warga Sungai Sumbilan kepada kompasriau.com saat ditemui dikediamannya di daerah Sungai Sembilan, yang mohon namanya tidak mau ditulis di dalam berita ini, Jumat (27/6/2020).

Menurutnya, konon pengusaha tungku atau panglong arang yang beroperasi di wilayah hukum Polres Dumai disinyalir tidak tersentuh hukum?

Pantauan kompasriau.com dan beberapa awak media di lapangan, Minggu, (21/06/2020), menemukan tungku arang di pesisir pantai di wilayah Lubuk Gaung, Kota Dumai.

Menurut informasi dirangkum dilapangan bahwa di daerah itu usaha tungku arang tersebut sudah lama beroperasi, diduga menggunakan bahan baku kayu bakau yang diambil secara ilegal untuk dijadikan arang.

Informasi diperoleh di Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, kota Dumai, bahwa pemilik usaha tungku arang di Lubuk Gaung ada beberapa orang, diantaranya menurut sumber dari warga setempat salah satu pengusaha arang tersebut berinisial AP. Yang lainnya kurang jelas inisialnya kami ketahui,”sebut sumber itu.

Dampak yang dikhawatirkan akan semakin punah hutan kayu bakau yang ada dikawasan pesisir Dumai dan pesisir sekitar pantai pulau payung dan pulau rupat yang bisa mengakibatkan tingkat abrasi semakin besar. Padahal banyaknya usaha tungku arang yang beroperasi selama ini  pada umumnya adalah menggunakan kayu bakau, yang diduga tidak memiliki izin. Kayu bakau ditebangi lalu diangkut menggunakan kapal pompong masuk melalui sungai dan dibongkar dilokasi usaha panglong arang. Kegiatan ini sejak lama diduga tak tersentuh hukum,”ungkap sumber.

“Hutan kayu bakau dilindungi sesuai undang-undang dan aturan yang berlaku, tetapi selama ini usaha tungku arang yang diduga sumber bahan bakunya kayu bakau secara ilegal dibabat warga” dan ada juga pihak anggota pekerja pengambil bahan kayu bakau yang diberdayakan pengelola usaha tungku arang dan kayu tersebut selanjutnya diduga dilego kepada pengusaha tungku arang, tetapi belum terdengar pernah tersentuh hukum,”ungkap sumber yang layak dipercaya.

Lanjutnya, sebagaimana diketahui Hutan bakau ( Rhizophora) terdapat di daerah kawasan pesisir pantai  Dumai sekitarnya serta secara umum (mangrove) adalah habitat alami untuk berkembang biaknya berbagai jenis ikan, udang, kepiting dan menjadi sumber makanan bagi habitat dikawasan pantai dan lautan. Jika tidak ada bakau, maka rusaklah ekosistem diwilayah tersebut,”ungkap salah seorang nelayan kepada kompasriau.com.

“Sejauh ini jika ini terus dibiarkan bergulir bukan tidak mungkin bakau bakau yang ada akan punah menjadi rupiah oleh pengusaha arang yang tidak ramah dan peduli terhadap ekosistem,”ungkapnya mengahiri ucapannya.

Sesuai keterangan dan informasi diperoleh kompasriau.com dilapangan, terkait kerusakan hutan mangrove (bakau) hampir sebagian wilayah pesisir Dumai mulai dari lubuk Gaung hingga ke Sungai Sepit daerah Batu Teritib, Kecamatan Sungai Sembilan saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Pasalnya kayu bakau kini sudah banyak ditebang untuk dijadikan bahan baku arang ekspor, disinyalir kayu bakau tebangan ilegal itu dimanfaatkan untuk bahan diolah jadi arang oleh usaha tungku arang yang ada di Lubuk Gaung dan yang ada di daerah Batu Teritib hingga kini diduga belum tersentuh hukum.

Hingga kabar ini dimuat, pihak Dinas Lingkungan Hidup Dan kehutanan Provinsi Riau, belum  berhasil dikonfirmasi.kompasriau.com, guna dimintai tanggapannya. Begitu juga Kapolres Dumai,AKBP Andri Ananta Yudhistira, S.I.K,  belum berhasil dikonfirmasi kompasriau, guna dimintai tanggapannya terkait kasus tersebut.

Penulis: Rudi Daulat Sirait

Editor  : Nelson

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here