Isu Jalan Lintas Dumai-Pakning Di Tutup Hoax

0
60

DUMAI,KOMPASRIAU.com-Tanggal 23 Juni 2020 beredar isu akses jalan Dumai-Sei Pakning ditutup, sehubungan beredar rekaman video harimau berkeliaran di malam hari.

Isu mencuat kepermukaan melalui tulisan WA (WhatsApp)  yang memuat narasi dan video seekor harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) berkeliaran di sela-sela kebun pada malam hari.

Hal ini membuat pengguna jalan  yang melintasi jalan lintas Dumai-Sei Pakning jadi ketakutan.

Isu beredar di Whatsapp sejak minggu ketiga Juni, sempat menjadikan pengguna jasa jalan dari dan ke Sei Pakning khawatir dan was-was, dihantui ketakutan apabila sudah jelang pukul 17.00 Wib.

Sebab narasi tersebut  mengisukan bahwa harimau berkeliaran didesa Sepahat pada malam hari.

Demikian isi narasinya per 23/6/2020 “Info dari MMB Sei  Pakning, bahwa perjalanan sepeda motor Dumai menuju Sei Pakning sampai jam 6 sore ditutup. Dikarenakan harimau disepahat lagi berkeliaran di kampung di api2. Jadi harap hati2 yang lagi berkendara menuju Bengkalis pada malam hari .. sekian info dari MMB, juga pengurus XN.”

Narasi diikuti sebuah video penampakan seekor harimau berjalan pada malam hari di sela-sela pohon pisang, berdurasi 23 detik, dengan latar suara beberapa orang mengungkapkan rasa takut.

Hal inilah menjadi pemicu timbulnya rasa ketakutan bagi pengendara, terutama roda 2,  pada malam hari sebab narasi tulisan dipertegas “akses jalan menuju Sei Pakning ditutup jam 6 sore.”

Tentunya hal tersebut, menjadi pertimbangan serius bagi pengguna jalan, karena belum lama ini terjadi salah seorang  warga saat menderes getah karet dikebunnya, didesa Sepahat menjadi korban si kucing hutan tersebut.

Ternyata setelah kompasriau.com menelusuri kebenaran informasi tersebut kepada kepala desa Sepahat, M Azlan,mengatakan “Info tersebut adalah hoax alias bohong Bang”.

Ditambah pengakuan seorang  along-along (pedagang keliling menggunakan sepeda motor, dengan tambahan keranjang di jok belakang, sebagai tempat barang dagangan) inisial “MR”, yang rutin melintasi desa Sepahat, dari Dumai menuju Sei Pakning, terkadang pulang malam hari menuju Dumai, bahwa isu tersebut bohong adanya.

Hal senada juga disampaikan “A”  yang berdomisili di Bengkalis.  Dengan periodik sekali satu minggu, sejak bulan Juni 2010, selalu bepergian melewati desa Sepahat menuju Dumai.

“Ternyata isu tersebut berita hoax bang” ungkap “A” kepada Kompasriau.com.

Sebab menurut “A”, kabar harimau berkeliaran malam hari didesa Sepahat sempat ditelusurinya, dan ternyata isu yang menakutkan ini berita hoax.

Penelusuran Kompasriau.com, Sabtu (28/6/2020), terkait berita beberapa waktu lalu harimau menerkam seorang warga yang menderes getah karet didesa Sepahat adalah benar adanya. Namun korban masih bernasib baik dan selamat.

Untuk mencari dan menangkap harimau ganas tersebut,  masyarakat setempat dan dibantu pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui BKSDA telah terjun kelokasi desa Sepahat,  untuk melakukan antisipasi dan sekaligus menangkap harimau ganas tersebut, tapi belum berhasil.

Sejak kejadian, sampai sekarang, binatang yang masih satu rumpun dengan kucing tersebut,   tidak pernah muncul.

Adapun penelusuran Kompasriau.com untuk mengetahui asal muasal narasi dan video, didapat, bahwasanya narasi dan video tersebut berasal dari kabupaten Siak.

Hal ini berdasarkan pengakuan seorang pekerja pemadam kebakaran pemerintah, yang beroperasi di Siak.

Ia terlibat langsung dalam upaya pencarian harimau, yang dilaporkan warga sering terlihat berkeliaran di desa.

Demikian rilis sebenarnya (perbincangan WA pada saat kejadian) yang dikirim kepada Kompasriau.com “Mohon ijin, kepala resort sudah komunikasi dengan penghulu desa Teluk Lanus,  Irwansyahroni. Memang benar informasi keberadaan harimau tersebut dan ditemui pada hari Kamis tanggal 4 Juni 2020, berlokasi di areal perkebunan sawit PT Trio Mas.

Aktivitas harimau keluar masuk hutan dan kebun. Di sekitar perkebunan PT Trio Mas terdapat 4 kawasan konservasi, yaitu TN Zamrud, SM Tasik Belat, SM Tasik Serkap dan Tasik Besar Serkap serta lahan konsesi HTI RAPP. Jarak terdekat dari kawasan konservasi adalah TN Zamrud, kurang lebih 17 Km.”

Bukti video tersebutlah yang akhirnya tersebar ke masyarakat luas, dengan tulisan narasi terpisah dari video aslinya.

Penulis : Effendy Sitompul

Editor   : Nelson

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here