Hearing Asosiasi Pedagang TBG Dengan DPRD Kota Dumai

0
59

DUMAI,KOMPASRIAU.com-Mengambil tempat di gedung DPRD kota Dumai, jalan Perwira, Bagan Besar, Asosiasi Pedagang Taman Bukit Gelanggang (TBG), bertemu dengan anggota DPRD, Komisi II, dan Dinas Perdagangan, Senin pagi (6/7/2020).

Dalam hearing yang berlangsung, ketua Asosiasi Pedagang kota Dumai, Ismail, mempertanyakan, mengapa hingga saat ini para pedagang belum juga di perbolehkan berdagang.

“Sejak bulan Maret, oleh karena Pandemi Covid-19 kami dilarang berdagang. Sementara yang lain, dengan aktivitas dagangan sama di perbolehkan,” tanya Ismail.

Menanggapai hal tersebut, Gusri Efendi selaku ketua Komisi II, mengatakan,”Ini lah gunanya kita hearing. Bagaimana jawaban Dinas Perdagangan.?,” tanya Gusri Efendi kembali kepada Kadis Perdagangan Kota Dumai, Zulkarnaen, yang juga hadir diruang rapat.

Zulkarnaen mengatakan,”Pada saat rapat penutupan TBG, kami Dinas Perdagangan Kota Dumai tidak dilibatkan,”jawab Zulkarnaen.

Hearing sempat berlangsung memanas, saat para pedagang yang hadir berjumlah ±30 orang tidak menemui kepastian.

Seperti diketahui, sejak pandemi Covid-19 yang melanda kota Dumai, awal bulan Maret, pedagang yang ada di TBG di larang beraktivitas.

Mereka terdiri dari pedagang kuliner, pedagang penyewaan permainan anak-anak dan pedagang aksesoris.

Menurut kronologi, awal mula pedagang melakukan usaha dagang di TBG, bermula pada rapat pembahasan relokasi pedagang kaki lima, pada tanggal 4 Nov 2016, di rumah dinas Walikota Zulkifli AS, yang di tuangkan dalam surat berita acara nomor: 503/Disperindag-Dag/695.

Salah satu point dari 8 point, menyebutkan bahwa para pedagang yang semula berserakan di berbagai tempat, akan di relokasi ke TBG, jalan ombak dan jalan Janur Kuning.

Komisi II, Gusri Efendi, mempertanyakan kepada Kadis Perdagangan Kota Dumai, Zulkarnaen, apakah ada payung hukum tentang relokasi pedagang ke 3 tempat tersebut. Dijawab, tidak ada.

Rapat di tutup dengan keputusan  akan diberikan kesempatan kepada semua instansi yang terkait, lintas komisi I, II dan III untuk membahas bentuk payung hukum bagi pedagang melakukan aktivitas usaha di 3 tempat, terutama TBG untuk kembali berdagang.

Sebagai catatan, pedagang kaki lima (gerobak) yang terdaftar di Dinas Perdaganan Kota Dumai  berjumlah 200 orang, yang terdaftar di Asosiasi Pedagang Kaki Lima pimpinan Ismail 720 orang, namun yang aktif 150 orang.

Penulis : Effendy Sitompul

Editor  : T.Sitompul

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here