Kepling 10 Terkejut Menerima Surat Pemberhentian

0
442

SUMUT,KOMPASRIAU.com-Polemik pemecatan kepling 10, kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor menjadi pembicaraan hangat ditengah masyarakat di lingkungan Kelurahan Kwala Bekala.

Hal tersebut diungkapkan beberapa warga dan juga salah seorang tokoh pemuda setempat bermarga Sitorus (40). Menurut bermarga Sitorus, keputusan Lurah memberhentikan kepling 10 tersebut membuat mayoritas warga masyarakat di lingkungan 10 sangat kecewa. “Sudah banyak warga lingkungan 10 mendatangi rumah saya dan banyak yang menelepon hanya mempertanyakan Lurah Kwala Bekala yang diduga memberhentikan kepling 10 tanpa alasan yang mendasa,r”ujar Sitorus, Kamis (30/07/2020).

Kepling 10 Juliaty Bangun (51), ssat dikonfermasi menyatakan kanget atas pemberhentian dirinya sebagai kepling dan pemecatan dirinya terkesan “dipaksakan”

“Saya terkejut menerima surat pemecatan dan pemberhentian saya sebagai kepling 10, sementara kalau memang Pak lurah itu sudah tahu saya diberhentikan, kenapa dia suruh waktu itu saya meneken surat fisik atau surat tanah warga, jadi saya tidak tahu apa maksud Lurah disitu,”ungkap Juliaty Bangun kepada kompasriau.com.

Terpisah, Ketua Umum MPSU (Masyarakat Peduli Sumatera Utara), Mulya Koto, ketika dimintai tanggapannya terkait pemecatan kepling 10 itu, mengatakan untuk mempelajari dulu masalah tersebut.

“Nanti saya pelajari dulu. Memang benar ada yang menghubungi saya untuk membantu permasalahan yang menimpa ibu itu,”ujar Koto via WhatApp.

Anggota DPRD Kota Medan, Erwin Siahaan yang merupakan warga Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor ini, ketika hendak dikonfirmasi media ini melalui WhatsAppnya, hingga berita ini dimuat belum ada tanggapanya.

Sebelumnya diberitakan, Camat Medan Johor Zul Fachri Ahmadi, ketika dikonfirmasi terkait pemecatan Kepling 10 tersebut mengatakan,“Silakan konfirmasi dengan bapak Lurah Kwala Bekala, karena usulan pemecatan itu berasal dari Lurah dan bukan karena ada apa-apanya,” ujarnya singkat via whatSapp.

Sekedar diketahui surat pemberhentian tertuang dalam surat keputusan Camat Medan Johor, Kota Medan Nomor : 141/147/SK/MJ/VII/2020 tentang pemberhentian kepala lingkungan di wilayah Kecamatan Medan Johor. SK tersebut juga ditembuskan kepada Walikota Medan, Kabag Pemerintahan Setda Kota Medan.

Dalam SK disebutkan bahwa dikeluarkannya surat tersebut atas dasar permohonan surat Lurah Kwala Belaka Nomor : 660.2/2005 pertanggal 15 Juli 2020.

“Terhitung sejak surat keputusan ini dikeluarkan (23 Juli 2020-red) memberhentikan nama yang tersebut dalam lajur 2 (Juliaty Bangun Kepling 10-red) dari Jabatannya sebagaimana lampiran keputusan ini,” tulis Camat Medan Johor dalam SK yang diterima Kompasriau.com

Sementara Lurah Kwala Bekala, RO Sintong Jeita menjelaskan alasan pemecatan kepling 10 karena adanya 3 pelanggaran yang dilakukannya.

Lurah menilai pelanggaran yang diperbuat kepling 10 berdasarkan laporan warga yang disampaikan kepada dirinya saat inspeksi di lapangan. Lurah mengakui bahwa dirinya tidak pernah memberikan surat peringatan kepada kepling 10 atas pelanggaran yang dilakukan, mestinya pola pembinaan itu harus dilakukan antara atasan dengan bawahan.

“Saya menangkap pelanggarannya sudah mencoreng institusi. Memang surat peringatan 1, 2 dan 3 tidak pernah kita berikan kepada kepling 10,”ujarnya.***(Bonni T.Manullang).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here