Kelompok Sayang Bakal Dilapor Ke Polres Dumai Dugaan Memakai SK Palsu

0
649

DUMAI,KOMPASRIAU.com-Dalam waktu dekat, Cassarolly Sinaga, S.H selaku kuasa Djohan bakal melaporkan kelompok sayang ke Polres Dumai, terkait dugaan rangkaian kejahatan tindak pidana memakai surat keterangan tanah palsu untuk menyerobot lahan milik Djohan yang terletak di Kelurahan Tanjung Penyembal, Kota Dumai.

Surat keterangan tanah kelompok sayang diduga palsu

Djohan memiliki alas hak yang jelas atas tanah tersebut berupa Surat Keterangan Ganti Kerugian (SKGR) yang diterbitkan Pemerintah Kota Dumai.

Hal tersebut diungkapkan S.Doloksaribu selaku kuasa Djohan kepada pemimpin redaksi kompasriau.com,Kamis (8/10/2020).

“Kita akan melaporkan kelompok sayang ke Polres Dumai, pasalnya, kelompok sayang diduga memakai surat keterangan tanah nomor: 03/BB/1979 untuk menyerobot tanah milik Djohan seluas 600 x 500 depa yang terletak di Kelurahan Tanjung Penyembal, Kota Dumai. Tanda tangan Penghulu Kampung Basilam Baru pada tahun 1979 kita minta kepada penyidik untuk diperiksa dilaboratorium forensik, karena surat keterangan tanah kelompok sayang tersebut tidak ada dibuat tanggal penerbitannya dan tidak jelas surat keterangan yang dipakai oleh kelompok sayang itu,”ungkap S.Doloksaribu.

Selain itu, menurut S.Doloksaribu, bahwa pihaknya akan melayangkan surat bantahan ke pimpinan Redaksi salah satu media online di Pekanbaru, pasalnya isi berita terkait penyegelan lahan kelompok sayang terindikasi berita bohong dan tidak sesuai dengan yang sebenarnya.

“Ada statement yang diterbitkan di media online ini diduga berita bohong, karena statement itu merupakan berita yang tidak benar. Oleh karena itu, kita juga bakal melaporkan berita bohong ini ke Polres Dumai,”ujar S.Doloksaribu sembari sambil menunjukkan isi berita tersebut kepada kompasriau.com.

S.Doloksaribu berharap kepada media untuk menyampaikan informasi yang benar kepada publik terkait masalah tersebut berdasarkan fakta-fakta hukum yang akurat dan bisa dipertanggung jawabkan di muka persidangan nantinya sebagaimana amanat Undang-undang.

“Djohan sudah membayar lunas tanah tersebut kepada Muhammad Nuh melalui rekening Bank Mestika. Ada berita acara pelunasan pembayaran tanah itu dan ada saksi-saksi yang membubuhkan tandatangannya. Jadi kurang tetap kalau masih ada kelompok sayang yang mengatakan tanah tersebut miliknya hanya berdasarkan SK nomor: 03/BB/1979,”terangnya.

S.Doloksaribu mengungkapkan kenapa dari tahun 1979 sampai saat ini, surat keterangan tanah atas nama kelompok sayang nomor:03/BB/1979 tersebut tidak ada pengakuan dari pemerintah setempat seperti Lurah dan Camat Sungai Sembilan?. Sedangkan surat keterangan ganti kerugian sebidang tanah (SKGR) atas nama Djohan diakui oleh Pemerintah Kota Dumai.

Seperti dikabarkan disalah satu media online, Minggu (4/10/2020), bahwa aroma tak sedap tercium terkait penyegelan lahan yang dilakukan oleh oknum anggota Polres Dumai atas lahan kelompok sayang (alm) berdasarkan SK nomor:03/BS/1979 yang diterbitkan oleh Penghulu Kampung Basilam Baru yang saat ini keberadaan lahan kelompok sayang setelah pemekaran berada di RT.09, Kelurahan Tanjung Penyembal,Kota Dumai.

Terkait penyegelan terhadap lahan tersebut, Ketua Umum Perkumpulan Penggiat Penyelamat Kekayaan Daerah (P3KD) Provinsi Riau, Salamuddin Purba selaku penerima kuasa ahli waris kelompok sayang mengatakan,”Jangan penyegelan lahan kelompok sayang sekedar memuaskan PT TI,”ujarnya.

Penyegelan lahan kelompok sayang dilaporkan pengawas lapangan P3KD, Zaharuddin. Menurut Zaharuddin tak cukup hanya menyegelan, operator alat berat yang dilakukan kegiatan pekerjaan normalisasi parit dilokasi lahan kelompok sayang merasa tidak nyaman untuk melanjutkan pekerjaan, pasalnya Andik berulangkali menerima telepon melalui hubungan seluler, Sabtu (03/10/2020) dari salah seorang oknum aparat berpangkat Bripka AS anggota Polres Dumai melarang Andik melanjutkan pekerjaan dilokasi itu.***(red)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here