Oknum TNI Disebut-Sebut Pengawas Perkebunan Kelapa Sawit Ilegal Di Kawasan Hutan Lindung

0
465

KAMPAR,KOMPASRIAU.com-Oknum TNI Serka Bam disebut-sebut sebagai pengawas di perkebunan kelapa sawit “Kelompok Tani Kuran Makmur” di dalam kawasan hutan lindung di Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar Kiri, Provinsi Riau.

“Oknum TNI Serka Bam dari Kesatuan AU Pekanbaru diduga sebagai pengawas di lokasi perkebunan kelapa sawit ilegal yang dikelola si Abeng di Km 72, Desa Sei Mina Jaya,Kecamatan Gunung Sahilan,”sebut salah seorang warga berinisial ET kepada kompasriau.com, Senin (12/10/2020).

Terkait informasi tersebut,oknum Serka Bam, ketika dikonfirmasi kompasriau.com via WhatsApp dan pesan singkat (SMS) dengan nomor: 08218228200…,Senin (12/10/2020), namun hingga berita ini ditayangkan, oknum TNI serka Bam masih memilih “bungkam”.

Seperti dirilis media ini sebelumnya, bahwa Abeng warga Sumatera Utara “Sulap” kawasan hutan lindung konservasi menjadi perkebunan kelapa sawit seluas 1248 hektar di wilayah Desa Sei Minai Jaya, Km 72 Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar Kiri, Provinsi Riau.

Menurut salah seorang pekerja Kebun berinisial FP, selama ini, perkebunan kelapa sawit milik Abeng mengatasnamakan Kelompok Tani “kuran Makmur” sebagai tameng untuk melindungi dan mengelabui petugas yang berkompeten jika ada yang turun ke lokasi perkebunan sawit tersebut.

“Petugas Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Riau terkesan seakan membiarkan tindakan Abeng mengalihfungsikan kawasan hutan lindung seluas 1248 hektar di Desa Sei Mina Jaya,”ungkap FP kepada kompasriau.com.

Berbagai keterangan yang berhasil dihimpun kompasriau.com di lapangan menyebut Abeng telah membangun rumah karyawan di dalam kawasan hutan lindung tersebut.

“Meskipun aparat yang berwenang di Provinsi Riau sudah mengetahui aktivitas alih fungsi kawasan hutan lindung tersebut,namun oknum aparat terkesan “membiarkan” perbuatan tindak pidana tersebut terjadi di dalam kawasan hutan lindung ”.

Abeng, ketika dikonfirmasi via WhatsApp dan pesan singkat (SMS), terkait perizinan Kelompok Tani kuran Makmur tersebut, namun hingga berita ini ditayangkan belum ada tanggapannya.

Begtu juga,Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Riau,Mamun Murod, belum berhasil ditemui tim kompasriau, guna konfimasi terkait hal tersebut.***(Tim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here